Pages

Showing posts with label miscellaneous. Show all posts
Showing posts with label miscellaneous. Show all posts

Friday, 20 September 2013

Muffins

Chocolate muffins

Ingredients:

300g / 2 3/4 cups plain (all-purpose) flour
10 ml / 2 tsp baking powder
150g / 3/4 cup caster (superfine) sugar
a pinch of salt
250 ml / 1 cup milk
120 ml/ 1/2 cup sunflower oil
1 egg, lightly beaten
5 ml/ 1 tsp vanilla essence (extract) (optional)

How to make it:

Preheat the oven to 190C/375F/gas 5/fan oven 170 C for at least 5 minutes. 
Line a 12-cup muffin tin with paper cases (cupcake papers), or simply place the cases on a baking tray.
Put the flour, baking powder, sugar and salt in a mixing bowl and stir them together.
Mix together the milk, oil, egg and vanilla essence in a separate bowl or a jug
Add the wet ingredients to the dry ingredients and stir together briefly; the mixture should still look lumpy with a few specks of dry flour showing.
Divide between the muffin cases and bake in the oven for 18-20 minutes or until risen and golden
 Cool in the muffin tin or on the baking tray for 5 minutes, then transfer to a wire rack.
Serve warm or cool.

Variations

Double chocolate muffins:

Swap 30 ml/45 tbsp of cocoa (unsweetened chocolate) powder for the same amount of flour and stir 100g/ 1 cup of white, milk or plain chocolate chips into the dry ingredients.

Cappuccino muffins:

Substitute 30 ml/45 tbsp of cocoa (unsweetened chocolate) powder for the same amount of flour. Blend 15 ml/ 1 tbsp of coffee powder/granules with 15 ml/1 tbsp of hot water and stir into the wet ingredients. Serve the muffins with a dusting of drinking chocolate (sweetened chocolate) powder and with whipped cream, if liked.

Mixed berry muffins:

Add 100g each of fresh or frozen raspberries and blueberries to wet ingredients.

Fruity muffins:

Stir in 75g/ 1/2 cup of chopped dried fruit such as pears or apricots, raisins or sultanas (golden raisins). Add 5 ml/ 1 tsp of ground cinnamon o mixed spices as well.


Student Food in Colour by Catherine Atkinson, 2007

Saturday, 10 March 2012

Republika.co.id : Waspada Makanan Halal Menjadi Haram di Luar Negeri

Harus banyak cari info nih,, Kurang sebulan lagi Insya Alloh mo tinggal sementara di negeri asing. Jadi harus banyak membaca ingrendients-nya ya.... Bismillah, semoga kami terhindar dari makanan2 yg haram.  
Sabtu, 10 Maret 2012 17:43 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, -- Teknologi pangan saat ini sudah sangat maju sehingga makanan meningkat kualitasnya.
Peningkatan kualitas ini disebabkan oleh penerapan teknologi makanan yang melibatkan berbagai bahan tambahan pangan (BTP). Bahan makanan yang asalnya HALAL bisa saja berubah menjadi HARAM karena tambahan BTP yang tidak halal.

Oleh karena tidak semua konsumen Muslim paham ilmu pangan dan istilah-istialah dalam ilmu & teknologi pangan, maka penting untuk diuraikan jenis-jenis makanan yang harus dihindari dan diwaspadai di Luar Negeri.

Apabila dikelompokkan berdasar sikap terhadap status keamanan (kehalalan) makanan tersebut untuk disantap, maka jenis-jenis makanan di Luar Negeri dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

1     AMAN

Jenis makanan ini halal disantap karena diyakini tidak menggunakan atau tidak tercemar bahan haram. Makanan aman tersebut seperti :

a)      Air minum murni yang belum tercampur atau tercemar bahan BTP, Air susu sapi, kambing, unta: susu murni, susu pasteurisasi (UHT), dll.

b)      Beras mentah (yang belum dimasak/diolah). Kalau sudah diolah menjadi Special Fried Rice bisa menjadi tidak halal (krn bisa saja ditambahi daging babi, lemak babi, daging ayam non-halal, sosis non-halal, dll.)

c)      Aneka sayuran mentah (vegetables, raw or frozen)

d)      Aneka buah-buahan

e)      Jus buah (fruit juice), Kentang (potato), Telur (egg), Ikan mentah (raw fish), Selai (jam), Spaghetti, Teh, kopi, dll

2. HARUS DIWASPADAI

Jenis makanan ini statusnya syubhat, karena ada kemungkinan menggunakan bahan haram. Namun, jika kita bisa mengecek bahannya, maka statusnya Insya Allah bisa berubah menjadi halal. Pengecekan ini bisa dilakukan melalui ingredients list, label suitability for vegetarians/vegans, customer service, dll. Makanan yang masuk kategori ini adalah :

a)      Bread atau roti tawar. Karena kadang mereka juga menggunakan vinegar haram (spirits vinegar atau wine vinegar). Kadang mereka juga menggunakan emulsifier yang tidak halal, seperti asam lemak (E471-476) dari babi.

b)      Cuka (vinegar). Karena kadang mereka menggunakan bahan dasar khamr. Contohnya: spirit vinegar, wine vinegar, rice vinegar, balsamic vinegar, apple cider vinegar, dll.

c)     Produk aneka cokelat. Karena kadang mereka juga menggunakan khamr, asam lemak (termasuk emulsifier), dan atau gelatin yang tidak halal.

d)     Aneka produk obat-obatan cair dan pil. Karena kadang mereka juga menggunakan khamr atau BTP haram. Obat cair, sering menggunakan khamr (alcohol, ethanol, dll.). Pil, sering menggunakan glycerine atau glycerol

e)     Aneka produk masakan berbasis ikan. Karena kadang mereka menggunakan khamr (ang ciu, peng ciu, arak mie, arak gentong, mirin, sake, dll) untuk menghilangkan bau amis ikan sekaligus mempertahankan aroma ikannya.

f)    Chinese food, Japanese food (sushi, dll.), French food

g)    Kedai kebab dan restaurant yang mengaku halal. Karena kadang mereka juga menyajikan masakan dengan olahan daging babi (ham) dan atau daging ayam yang tidak halal.

h)    Keju (cheese). Hati-hati dengan edam karena seringkali dibuat menggunakan enzim rennet yang diambil dari lambung anak babi.

i)    Roti sandwich. Karena seringkali menggunakan daging babi (ham) dan atau daging ayam yang tidak halal.

j)    Bumbu instant (instant seasoning). Karena kadang mereka menggunakan ekstrak kaldu daging (ayam atau sapi) yang tidak disembelih secara syari'ah, atau menggunakan MSG (MSG=mono natrium glutamate) yang tidak halal

k)    Mie instant (instant noodle). Karena kadang produsennya menggunakan ekstrak daging (chicken/beef extract) yang tidak halal.

l)    Minyak goreng frying oils). Karena kadang mereka menambahkan lemak/asam lemak hewan.

m)    Mentega (butter). Karena kadang ditambahkan asam lemak atau emulsifier yang tidak halal.

3. HARUS DIHINDARI

Jenis makanan ini bisa dari jenis makanan yang berstatus haram atau jenis syubhat yang kita tidak dapat memastikan kehalalan jenis makanan yang bersangkutan.

Oleh karena produk yang beredar di pasaran (supermarket, restaurant, dll) sangat banyak, maka mari kita berupaya memilah-milah, jenis-jenis makanan yang aman, yang harus diwaspadai, dan yang harus dihindari oleh kita sebagai umat yang berusaha berhati-hati terhadap makanan yang kita santap. Makanan yang masuk kategori ini adalah :

a)      Aneka produk turunan babi, seperti : daging, lemak, asam lemak, tulang, bulu, dll.

b)      Daging: pork, bacon, ham, dll

c)      Daging babi olahan: pork-sausage, pork-salami, dll. Lemak: lard (lemak babi). Asam lemak,

d)      Tulang: pork/pig gelatine

e)      Istilah khas lain: porcine (porcine pancreatic α-amylase, porcine insulin), swine (swine influenza), dll.

Hindari semua jenis makanan yang menggunakan produk olahan babi di atas, termasuk: pizza,spaghetti, meat-balls (bakso), dll.


Friday, 17 February 2012

WAWAN RAOS ANTAWISIPUN ROGO LAN NYOWO

Catatan ini kutemukan diantara tumpukan berkas-berkas lama milik almarhum Bapak. Sangat menarik untuk membaca dan merenungkan isi catatan ini, menjadikan aku lebih memahami hakekat manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Manusia tak hanya dikarunia raga/tubuh dan nyawa/ruh, namun juga akal untuk berpikir dan mengembangkan diri melebihi makhluk ciptaanNya yang lain.
Catatan dibawah ini menggunakan bahasa Jawa Kromo Alus. Mungkin hanya bisa dipahami oleh mereka yang bersuku Jawa dan di lingkunagnnya bahasa Jawa masih digunakan sebagai bahasa utama/pendamping selain bahasa Indonesia. ;)

Satunggaling dinten kulo ngadeg wonten sangajengipun lemantun kaca ingkang kacanipun inggilipun 1 meter langkung, saenggo ketingal wujudipun badan sakujur wiwit saking sirah ngantos dumugi suku. Wujudipun badan sasampunipun umur kirang langkung 60 tahun, ketingal RATIH – KUSUT – PITULAS PINDO. Ratih = rambut sampun putih, Kusut = kulit sampun kisut, Pitulas pindo = untune sampun telas pipine sampun kendho. Benten kaliyan rikala taksih umur 25 tahun, sedayanipun tasih ketingal menarik, nanging samangke sampun mboten gadah daya tarik malih alias wis njelehi…..?


Saknaliko, kanthi wonten panacat meniko, kados-kados rogo meniko mboten trimah, mekaten menggah reraosanipun:
ROGO :    Aku ngakoni, saiki bareng umurku wis 60 tahun, wujudku pancen wis ora apik. Nanging ngertiyo, wujudku sing wis ora apik mau, nyatane beteke anggonku nglabeti kowe NYOWO! (Dipun sebat Nyowo, awit tasih kempal kaliyan Rogo). Elingo, rikkala Aku (Rogo) dek iosih umur 25 tahun, persasat Aku kok enggo banthingan, sikilku kok kon mlaku adoh, mudun jurang munggah pereng. Tangan kok prentahi nyekel, angkat junjung nangani sing abot-abot. Mripat, untu, perut, usus, ginjel, paru-paru ora tau kok krawuhi. Conto sing gampang. Yen kowe – Nyowo – duwe karep mangan, penjalukanmu kudu sing akeh, sing panas, sing enak, nyatane sing berat kuwi Aku – Rogo . Kowe – Nyowo, mung golek puas maremmu dewe, Aku sing kangelan, ngremet, nglembutake lan misah-misahake zat-zat makanan, kadang-kadang during bubar anggonku ngremet-ngremet makanan mau, wis kok leboni pakan maneh. Opo koyo ngono iku ora jenenge ngabot-aboti Aku! Nanging waktu samono Aku ora tau sambat, awit kancaku isih pepak, untu during pamit, isih ono, otot isih rosa. Bareng saiki, pikiren, ojo mung nuruti kepenakmu dewe. Kowe – Nyowo – ora nglakoni, ora nandangi, bareng sing nandangi koyo Aku iki, banget tenan olehku ngrekoso.
NYOWO: (wangsulan) Hiyo, …tumplaken anggonmu arep srengen karo Aku, mengko yen wis rampung anggonmu maido karo Aku, bakal tak wangsuli!
ROGO:     Nyatane kowe mung mburu senengmu dewe, seprono seprene, ora tau jare… ee.. Rogo tak gematenane, ojo diwenehi gawean sing abot-abot. Mung yen sasi puasa, Aku sak-konco bisa prei mung yen awan. Kocapo bareng wes Maghrib, waa… sing kecut, sing legi, sing amis, sing gurih, sing anyepe es, sing panase cabe, tumplak blak ono panggonane kancaku, si perut. Ngono-ngono yen sithiko, wis okehe ora jamak, lik rupane wae werna-werna. Nganti sesak sesek anggonku ngremet-ngremet lan nandangi, dadi percuma anggone prei pasa. Ora wurung sewengi betetet, Aku – Rogo –, ora kober leren dadi nglembur. Durung yen kowe pethakilan golek masalah. Aku sakanca, otak, otot, darah, syaraf, lan mripat ora biso turu ngaso. Ing mongko nyatane, yen Aku wis rusak, kowe – Nyowo – bisamu mung arep mlayu, ninggalake Aku. Paling- paling Aku mung kok kentang-kentangake ono ngisor lemah kubur. Kowe – Nyowo – seneng-seneng plesir. Pamitmu ditimbali Sing Maha Kawasa. Yen kowe ora gelem ngowahi tingkahmu mulai saat iki, kowe – Nyowo – bakal tak sepatani.
NYOWO: Loo… ojo koyo ngono…, wah, Aku berat yen kok sepatani. Plesirku ono ndalan bisa dadi bingung. Wis, saiki kowe arep njaluk opo, mengko bakal tak turuti.
ROGO:     Mulai detik iki, tindakanmu kudu diowahi. Sebab, Aku wis loyo, kabeh tumindak dibatasi, ora kena ngumbar hawa koyo dek isih muda. Nindakno kesabaran, nanging ojo sabare wong kesed, ora bakal entuk ganjaran. Nindakno syukur narimo, nanging ojo narimane wong sing wis kepojok- kepepet, ora bakal entuk nugroho. Nindakno ikhlas rilo, nanging ojo rilane barang wis kebacut. Lan tansah duweo welas asih marang sesamaning dasih, nanging dudu welas asihe wong duwe pamrih, ora bakal entuk hidayah, pepadange Kang Maha wikan. Kabeh mau kanggo nyalini tindak – watak : jail – metakil – mringkil, iri – drengki – srei, panasten – dahwen – open, medit – sengit – besiwit, sengkel – mangkel – mbedegel, srakah – ngangah-angah – marah-marah. Kuwi kabeh ojo kok tindakake, dibrangus kareben ojo makaryo. Sebab, manungsa ora bisa ngilangi watak kang mangkono iku. Kabeh mau supoyo Aku ojo enggal rusak.
NYOWO: Tak sanggupi, ojo kuwatir, angger ojo nyepatani anggonku plesir. Lan Kowe – Rogo – tak kandani, menawa sejatine anggonku tumindak, sing ora-ora, petakilan, dudu saat di-saat-ake, sumengko ngoyo-woro, nuruti kepuasan kemareman, iku kabeh nyatane sebab entuk pengaruh lan kepelet soko sifatmu lan asalmu dewe. Ngertiyo, jatine Kowe – Rogo –, ora bakal ninggal watak-sifat dirimu dewe. Jlentrehe mengkene:
                   Rogo, kowe asalmu kedadeyanmu soko [1]: Lemah – Bumi, Panas – Geni, Banyu, Angin. Gandeng barang-barang sing bisa dadekake awakmu iku mau, barang papat kasebut, wis podho handuweni sifat dewe-dewe kang ora podho jenise. Mula, bareng dadi awakmu – Rogo – kowe dewe mesthi bakal darben sifat-sifat kang mirip karo sifat-sifate barang rupa papat kasebut ing nduwur. Dadi ora mokal yen Aku – Nyowo – bareng dadi siji karo kowe – Rogo – tumindakku banjur keno pengaruh utawa banjur kepelet karo sifat dirimu. Yen Aku kondho asalmu soko Bumi, kuwi retine asalmu soko zat Bumi, upamane: gandum, beras, daging hewani, tetuwuhan, gula, uyah, kabeh iku asale soko Zat - Bumi.
ROGO:     Menowo Aku – Rogo – kedadeyan soko barang-barang papat kasebut ing nduwur, lan kandamu barang werna papat mau duwe sifat dewe-dewe, mbanjur sifat opo sing podho di-darbeni mau?
NYOWO: Barang werna papat kasebut ing nduwur darbe sifat kang olo lan becik, hiyo kuwi :
BUMI :     sifate luamah, duwe watak kudu sarwo akeh. kudu akeh lemah-sawahe, akeh omahe, akeh donya-branane, kudu akeh bageyane, yen mung sithik banjur muring-muring. Yen memangan kudu enak, kudu empuk, kudu panas, lan kudu sing akeh, yen mung sithik ora trimo. Nanging… Bumi duwe watak ADIL. Bumi ora duwe pojok, bunder, ora mban cinde mban siladan, sopo nandur pari bakal metu pari, ora bakal metu rawe kang nggateli. Dadi Bumi kuwi apike ADIL, alane SRAKAH.
BANYU:               Sumbere soko samudra utawa segoro. Dadi sumbere dudu soko tuk utowo mata air. Sebabe, segoro sauwise keno sinare srengenge, banyune panas, banjur nguap, mumbul dadi mega. Mega digowo angin, yen angin mau banjur ngliwati gunung-pegunungan sing duwur, mega kang kegowo angin katisen, menyuling atau berubah dadi rintik udan. Midun ono Bumi kaserap tanah, metu dadi mata air, mili menyang kali, kaline mili bali menyang segoro maneh. Banyu sifate SOFIAH. Watake Banyu gondar-gandir. Banyu sing ono cawan, yen cawane miring, banyune melu miring. Dadi ora duwe pendirian, go hiyo – go ora, ragu-ragu, tido-tido, esuk tempe sore dele kuwi alane. Dene becik utowo apike : sumbering banyu, yoiku segoro momot, kamot, jembar, sabar samodra ing pangaksama. Dicemplungi bangke kebo, bangke gajah, segoro ora tau nolak.  Ditambahi banyu soko kali, bengawan saben dino, nanging segoro ora tau, jare kebak. Dadi Banyu alane MENCLA-MENCLE, nanging apike SABAR.
GENI :   utowo panas sumbere soko Srengenge, sifate AMARAH. Alane duwe watak marah-marah, nesu-nesu, ora gelem kalah, mengangah – ngangah – angah. Nanging apike TEMEN, DISIPLIN. Dapat dipercaya, mbok hiyo ono geger udan angin lesus lindu, jam enem esuk wayahe njedul soko wetan, hiyo banjur jumedul ora tau semoyo. Wayahe angslup jam enem sore, ugo banjur angslup ono kulon.
ANGIN : utowo udara utowo Akoso, sifate MUTMAINAH. Apike duwe watak BERBUDI utawa SOSIAL. Angin diserot karo si miskin ugo gelem, diserot karo wong sugih ugo ora tau nolak, asih mring sesamining dasih. Nanging alane, gandeng akasa panggonane nduwur, dadi angin duwe watak sopo siro sopo ingsun, gengsi, kemethak, kamalungkung, keminter, gemagus, kemayu, pokoke sing kabeh nganggo ke…, ke…
Lha, kepiye Rogo, opo kowe wis bisa nompo? Yen biso nompo, temtune kowemesthi biso paring maaf karo Aku….?

ROGO:     (sumaur) Nanging Aku isih biso maido karo kowe – Nyowo – sebabe yen kowe wis biso ngerti, geneyo podho ora gelem nindakake. Tegese sing apik-apik bae ditindakake, sing ora apik ojo di-karya-ake.
NYOWO: Pancene kudu mengkono. Nanging jalaran ono sebabe lan sebab mau sarehne wigati banget, during mangsane kowe – Rogo, tak kandani. Mbesuk Aku bakal kondho karo kowe, sak-mangsane wus tumeko wancine.



Padaan, 23 Romadlon 1411 H

ER.ES.KARTOREDJOSO

Mainan "Tanah Liat"

Anak-anak pasti senang bermain dengan tanah liat. Tekstur yg padat namun mudah dibentuk menjadikan tanah liat sebagai salah satu mainan favorit. Namun, kita, (baca : orang tua), kerap tidak mengijinkan memainkannya karena takut mereka cacingan. Nah, salah  satu solusinya adalah membuat "tanah liat" sendiri.

Caranya, tuang 2 cangkir tepung terigu, 1 cangkir garam, dan air secukupnya ke dalam sebuah wadah plastik yg dpt ditutup rapat. Jadilah campuran yg liat dan lembek. Tutuplah wadah tersebut rapat-rapat supaya campuran tersebut tidak menengering, sehingga dpt digunakan setiap saat.

Membersihkan Telur Pecah

Apabila kita atau anak-anak dengan tidak sengaja memecahkan telur di lantai, jangan langsung dibersihkan dengan lap. Taburi lantai yg terkena pecahan telur dengan garam secukupnya. Tunggu sekitar 15 menit, kemudian bersihkan dengan kertas tisu. Bau amis yg ditimbulkan oleh pecahan telur niscaya tidak akan menyebar ke mana-mana.
Selamat mencoba ;)