Pages

Saturday, 31 December 2011

Resep Dasar Pancake

Pagi ini anak-anak ribut minta dibuatkan cemilan. Berhubung belum belanja, maklum akhir bulan hehehehe... Bahan yang tersisa di dapur cuma sedikit tepung terigu, kayaknya cuma 2 sendok makan :(, susu kental manis, telur (klo yg satu ini gag boleh telat beli!!!), dan margarin. Trus kepikiran buat semacam pancake/roti dadar atau semacam begitulah. Karena belum pernah buat, semua bahan tadi tak campur aja, trus didadar di teflon. Alhamdulillah, anak-anak suka walaupun bentuknya gag karuan. *Hasil masakan ludes begitu diangkat dr wajan ^_^.

Karena aku merasa gagal membuat, gantian ngoprek-ngoprek koleksi kliping resep dr berbagai tabloid dan majalah. Eh.. ketemu  juga.. :) Koq gag dr tadi tho ya.....!!! (alasan: dah gag sabar, kelamaan klo harus nyari dl di buku resep, halaaah!)
Ini dia resep dasar pancake yang diperoleh dr Aura/Lezat Sehat/Minggu ke-3/Desember 2004

Bahan:
  • 125 gram tepung terigu
  • 200 ml susu
  • 1 semdok teh baking powder
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 2 butir telur, kocok lepas
  • 2 sendok makan mentega, lelehkan
Cara membuat:
  • Campur semua bahan. (Supaya lebih cepat dan tercampur rata, semua bahan di-blender saja)
  • Dadar di panci anti lengket sampai matang.
  • Sajikan bersama pelengkap sesuai selera (buah segar, es krim, whipping cream, coklat, saus madu/maple/vanilla/stoberi, terserah yang kamu suka...^_^)
Nyam nyam... bikin kenyang. Alhamdulillah ya, 

Thursday, 22 December 2011

Hari ini, 3 tahun yang lalu....

Hari ini, 22 Desember 2011. Saat semua orang merayakan hari Ibu (Selamat Hari Ibu, Ibuku tersayang...). Tapi aku lebih mengingat almarhum Bapak. Hari ini, 3 tahun yang lalu beliau dipanggil menghadap Sang Khaliq. Alloh SWT terlalu sayang padanya, hingga tak membiarkannya terlalu lama menderita karena sakit.

Tapi, hari ini dan setiap hari aku selalu merindukannya. Merindukan saat ngobrol bersama, bercerita, sholat berjamaah atau saat makan bersama. Makan bersama adalah salah satu yang ingin dilakukan Bapak  menjelang akhir hayatnya. Makan bersama sambil ngobrol sana-sini. Huff, suasana itu selalu kuingat. Alhamdulillah, keinginan Bapak itu bisa terlaksana.

Hari ini, 3 tahun yang lalu. Bapak menghembuskan nafas terakhirnya diiringi doa dari kami semua. Ibu, aku, Ifa, Nanang, dan Mas Ut. Bapak pergi dalam kedamaian. Semoga Alloh SWT mengampuni dosa-dosanya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terindah di surga. Aamin ya rabbal alamin...

Wednesday, 21 December 2011

Welcome to my new home (@,@)

Assalamu'alaikum wr. wb.

Akhirnya berputus asa karena blog lama kacau balau (T_T) gara-gara gonta-ganti template!!! Mau tak mau aku putuskan tuk buat blog baru, berharap belajar cari kekacauan yang telah kubuat sebelumnya.

Well, ngeblog asyik juga ya, terutama untuk orang sepertiku yang tak terlalu suka berkata-kata/berceloteh di dunia nyata hehehehe... Setidaknya aku belajar dari dunia yang berbeda dari yang biasanya aku hadapi.

Blog ini aku buat sebagai bagian dari catatan perjalanan hidup, yah semacam 'diary'. Aku juga ingin menulis sedikit mengenai apa yang aku ketahui. Aku berusaha untuk tidak meng-copas- karya orang lain. Mungkin sebagai referensi saja, meluaskan wawasan, boleh kan???

Hope you will enjoy my new home...

Wassalamu'alaikum wr. wb

maft-mayta

Thursday, 7 May 2009

Flowers of my Garden




Uang jajan untuk Ola

Suatu pagi di bulan April 2009, aku dikejutkan oleh cerita suamiku. Pagi itu, sebelum anak-anak berangkat sekolah, suamiku melihat Ola mengambil sesuatu dari tasku yang kuletakkan di kamar. Suamiku pura-pura tidur sambil mengamati apa yang dilakukan Ola. Menurutnya, itu adalah kali ketiga ia melihat Ola melakukan perbuatan itu. Kami pun berdiskusi, untuk menentukan sikap apa yang harus diambil agar Ola bisa menyadari kesalahannya tetapi tidak membuatnya berkecil hati. Kami tak ingin Ola jadi pencuri kecil, tapi kami juga tak ingin Ola jadi  anak yang rendah diri. Akhirnya kami memutuskan untuk mengajak Ola berbicara tanpa menyinggung perbuatan Ola pagi tadi.

Sepulang sekolah, setelah anak-anak ganti baju dan makan siang, kuajak Ola ngobrol dengan suasana santai di teras belakang rumah.
" Ya, ini Ibu mau bicara sedikit sama Ola. Ada hal yang ingin Ibu tanyakan pada Ola."
"Ada apa, Buk?" tanya Ola.
"Kalau misalnya Ibu mau ngasih Ola uang jajan, kira-kira Ola mau nggak?"
"Emmm, mau sih….." jawab Ola sambil malu-malu
"Emang uangnya mau buat apa?"
"Ya, buat kenang-kenangan" katanya
"Kenang-kenangan???" aku tak mengerti maksudnya.
"Iya, kalo aku pengen jajan, bisa dipakai buat beli jajanan" jawabnya
"Oooo, uang sinpanan buat jaga-jaga! Itu bukan kenang-kenangan namanya…"
"Memangnya Ola suka kepingin jajan??" tanyaku lebih lanjut "Kan sudah dibawakan bekal untuk sekolah?"
"Kadang-kadang pingin, klo pas jajannya sudah habis"
"Pernah tidak Ola ambil uangnya ibu?"
Sambil malu-malu Ola jawab " Pernah… tapi baru tiga kali."
"Oya, emang ambil berapa?"
" Cuma seribu kok, Buk…"
"Terus uangnya buat apa?"
"Masih ada, Ola simpan di dompet."
"Coba ibu lihat?"

Ola berlari mengambil dompet yang tersimpan di tas sekolahnya.
"Ini, Buk. Masih…"
" Lho, ini kan yang satu lima ribuan, lainnya seribuan. Ya sudah, yang lima ribuan Ibu ambil kembali. Yang seribuan dua buat Ola saja"
" Makasih ya, Bu.."
" Ola tahu tidak kalau mengambil uang tanpa ijin sama dengan mencuri…?"
Sambil geleng kepala Ola menjawab " Tidak …..:("
" Mencuri itu kan berdosa, Ola. Tidak boleh dilakukan. Lain kali, kalau pengen minta uang, bilang saja, ya… jangan langsung ambil di tas Ibu."
" Ya, Bu. Ola janji tidak akan mengulangi lagi… Tapi, bener lho!! Aku dikassih uang jajan kalau uangku sudah habis….!!"
" Ya, Ibu janji. Tapi Ola juga harus hati-hati kalau milih jajanan. Kan sudah pernah Ibu kasih tahu, mana saja yang boleh, dan mana yang tidak boleh. Ola juga sudah tahu kenapa Ibu alasannya…"
" Iya, Bu. Ola sudah tahu. Makasih ya Buk, sudah membolehkan Ola nyimpan uang Ola sendiri."
"Ya, sama-sama"
Kututup perbintanganku bersama Ola dengan hati lega dan tersenyum bangga. Alhamdulillah.